XRP terjebak dalam kisaran sempit, dan data on-chain terbaru menambah plot twist baru ke dalam kisah ini. Binance kini menyimpan sekitar 2,5 miliar XRP, jumlah terendah sejak awal 2024. Angka ini turun tajam dari sekitar 3,2 miliar XRP pada November 2024. Ketika XRP keluar dari bursa, itu biasanya berarti lebih sedikit koin siap dijual sekaligus. Trader sering membacanya sebagai tekanan jual jangka pendek yang menurun dan kecenderungan menahan aset jangka panjang, terutama bila perpindahan XRP terlihat stabil, bukan tiba-tiba.
Tipe pola ini pernah muncul di koin-koin besar lainnya. Awal bulan ini, cadangan Ethereum di bursa menyentuh level terendah multi-tahun sementara harganya terkoreksi. Poin utamanya adalah perilaku: koin-koin berangsur-angsur keluar dari bursa, yang bisa menandakan disimpan untuk jangka waktu lebih lama. XRP mungkin sedang mengalami pola serupa. Cadangan XRP di Binance terus menurut, dan laju penurunannya membesar setelah Binance membuka deposit XRP Ledger untuk stablecoin RLUSD milik Ripple. Pasar mengharapkan RLUSD bakal meningkatkan aktivitas on-chain, dan memang begitu, tapi efek pertama yang terlihat justru XRP mengalir keluar dari bursa, bukannya menumpuk di dalamnya.
Namun, aksi harga tetap berat. XRP berada di sekitar US$1,47 pada waktu penulisan setelah turun sekitar 6% dalam 24 jam. XRP juga kembali merosot di bawah US$1,50 usai gagal menembus US$1,53. Kegagalan ini penting karena US$1,50 adalah level psikologis yang dipantau banyak trader teknikal. Ketika XRP kehilangan level itu, sebagian trader langsung memangkas risiko, yang bisa mendorong harga lebih rendah meski tren on-chain besar-besaran terlihat pro-sentimen.
Grafik 30 menit XRP/USDT di Binance menampilkan tarik-ulur ini dengan jelas. XRP meluncur ke puncak lokal dekat US$1,66 lalu berbalik tajam. Setelah penurunan, XRP membentuk kisaran datar antara US$1,47–US$1,50. Body candle menyusut pasca lonjakan, yang sering menandakan jeda sementara buyer dan seller menyusun ulang strategi. Volume menceritakan hal sama: bar volume tertinggi muncul saat lonjakan dan saat sell-off, lalu mereda ketika XRP bergerak menyamping. Pada candle terakhir, XRP tercetak di sekitar US$1,48 dengan volume sekitar 1,34 juta XRP, sesuai hipotesi konsolidasi pasca ayunan cepat.
Momentum masih condong bearish. RSI 14-hari berada di kisaran 41,82, belum di wilayah oversold tapi berada di sisi lemah. Ini menunjukkan XRP masih bisa turun tanpa harus memantol dulu karena dianggap “terlalu murah”. Dengan kata lain, XRP belum mencapai level yang cukup terdorong untuk memaksa penutupan posisi short.
Faktor lain adalah asal muasal tekanan jual. Laporan menyebut ada penjualan besar XRP di Upbit, sekitar 50 juta XRP terjual net dalam jendela waktu singkat. Ketika satu bursa mengalami dorongan jual, harga XRP di seluruh pasar bisa ikut tertekan karena mekanisme arbitrase antar-bursa. Tekanan ini bisa menindak sinyal yang lebih lambat seperti cadangan XRP di Binance yang menyusut, setidaknya untuk satu-dua hari.
Kapitalisasi pasar pun bergerak cepat. Nilai pasar XRP dilaporkan mencuat turun lebih dari US$11 miliar dalam sehari. Bahkan di pasar lesu, penurunan semakin besar ini sejalan dengan penolakan tajam dari puncak dan candle merah berturut-turut yang menyertainya.
Ke depan, trader akan fokus pada beberapa level kunci. Di sisi atas, XRP menghadapi resisten pertama di sekitar US$1,50, lalu US$1,53 tempat penolakan dimulai. Langit kuat berikutnya berada di kisaran US$1,58–US$1,60, area awal runtuhnya reli sebelumnya. Di bawah, XRP punya support terdekat di sekitar US$1,46, lalu US$1,40 sebagai support besar berikutnya. Jika XRP menembus dan bertahan di bawah US$1,40, chart akan membentuk lower low yang bisa memancing lebih banyak penjualan. Bila XRP bertahan di atas US$1,46 dan merebut kembali US$1,50, chart akan terlihat seperti bottoming, dan trader bisa mulai membidik kembali ke US$1,53.
Pertanyaan besarnya adalah waktu. Penyusutan cadangan XRP di Binance bisa mengurangi pasokan jual instan, tapi XRP tetap butuh permintaan untuk menaikkan harga. RLUSD di XRP Ledger bisa membantu seiring waktu dengan menarik lebih banyak pengguna dan aliran dana ke dalam jaringan. Untuk saat ini, para trader XRP mengamati apakah aliran koin ke self-custody bisa menutupi jenis penjualan kilat berbasis fear yang kerap muncul saat bursa diguyur order jual. XRP kini mengirimkan sinyal ganda: tanda akumulasi on-chain yang tenang dan gelombang jual jangka pendek yang bising. Kombinasi ini biasanya berujung pada perdagakan berombak sampai salah satu pihak mengambil kendali.