Home BeritaEthereum Kripto Ambruk US$2 Triliun: Bitcoin 67K, Saatnya Buy the Blood?

Kripto Ambruk US$2 Triliun: Bitcoin 67K, Saatnya Buy the Blood?

by mei
3 minutes read

Pasar kripto kini telah menghapus sekitar US$2 triliun dari puncak akhir 2025-nya, dan tindakan ini telah menghapus seluruh reli pascapemilu yang menyusul kemenangan Donald Trump. Data pasar terbaru menunjukkan total kapitalisasi pasar kripto di kisaran US$2,39 triliun, jauh turun dari tren menuju US$4 triliun hanya beberapa bulan lalu. Reset tajam itu telah mengubah pasar kripto dari kisah momentum menjadi kisah risiko, dan trader kini lebih memantau harga dan volume ketimbang headline.

Grafik dalam cuplikan menunjukkan perubahan kunci secara jelas. Pasar kripto memuncak kuat pada akhir 2025, lalu tergelincir ke serangkaian lower high. Pola itu penting karena lower high biasanya berarti kekuatan buyer menipis di setiap pantulan. Penjualannya juga tampak cepat dan dalam, mengindikasikan exit paksa serta kepercayaan yang rapuh. Sederhananya, pasar kripto bukan sekadar mendingin. Ia rusak strukturnya dan membalikkan seluruh gerakan.

Perilaku volume juga cocok dengan cerita tersebut. Pada koreksi besar, volume perdagangan sering naik saat penurusan tajam karena trader berleverage dilikuidasi dan holder jangka pendek bergegas keluar. Lalu volume meredup saat rebound, yang menunjukkan tekanan beli lebih lemah. Itulah kombinasi harga dan volume yang dicari trader dalam fase deleveraging, dan ia membantu menjelaskan mengapa pasar kripto susah membentuk lantai yang stabil.

Kelemahan luas ini tak terbatas pada satu koin. Bitcoin, Ethereum, XRP, dan Solana turut serta dalam pelemahan. Saat penulisan, Bitcoin di kisaran US$67.597, Ethereum US$1.953,56, XRP US$1,39, dan Solana US$82,71. Harga-harga kini menunjukkan betapa besar pergeseran pasar kripto dari maksimum akhir 2025. Bitcoin masih memimpin pasar kripto berdasar ukuran, tetapi kepemimpinan saja belum cukup menopang papan lainnya.

Di situlah bagian kedua cuplikan menyambung bagian pertama. Poin penulis tentang siklus yang lebih lemah patut diperhatikan. Pada siklus lalu, banyak trader menantikan breakout Bitcoin yang lebih besar dan rotasi altcoin yang lebih kuat. Kali ini, Bitcoin memang mencetak ATH baru di sekitar US$126.000, tetapi aksinya masih terasa pendek dibanding target US$180.000–US$200.000 yang sering diusung. Ketika Bitcoin tak lagi outperform lama, pasar kripto biasanya kehilahan bahan bakar yang biasanya mengalir ke altcoin, NFT, dan nama DeFi kecil.

Hasilnya adalah pasar kripto yang di satu sisi tampak lebih matang, di sisi lain lebih rapuh. Uang institusional ikut mendorong upside, tetapi aliran institusional bisa melambat cepat saat risiko makro naik. Sementara itu, trader ritel menghadapi gelombah proyek copycat, peluncuran token lemah, dan spekulasi berbasis meme. Itu melukai kepercayaan. Bila orang rugi mengejar narasi buruk, mereka tak memutar modal seperti di bull run sebelumnya. Hal itu bisa membuat pasar kripto kekurangan kedalaman dan kelanjutan.

Komentar tentang kelelahan Layer 2 serta kualitas proyek juga sesuai gambaran besar. Pasar kripto mungkin tak butuh token baru tiada henti bila sebagian besar tak tambah nilai. Dalam siklus lebih ketat, modal mulai menyukai jaringan terbukti, pengguna nyata, dan produk yang berfungsi. Ini bukan berarti inovasi usai. Artinya pasar kripto memaksa ujian lebih keras: teknologi lebih baik, tata kelola lebih baik, dan use case lebih jelas. Proyek yang bisa beradaptasi bisa bertahan reset ini. Proyek yang hanya mengandalkan hype belum tentu.

Ada satu tanda dukungan di bawah permukaan. Laporan yang beredar hari ini menyebut permintaan Bitcoin kembali positif untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, yang menandakan pembelian net mulai menyerap pasokan baru lagi. Hal itu tak menjamin rebound cepat, tetapi bisa menandai tahap awal stabilisasi. Pada pasar kripto semacam ini, bottom biasanya butuh waktu. Harga bisa berkonsolidasi sementara volume mereda dan sentimen tetap lemah.

Jadi pasar kripto berada di titik penting. Rally telah hilang, nafsu risiko lebih rendah, dan grafik masih terlihat rusak. Tapi pullback dalam selalu menjadi bagian dari pasar kripto. Bagi trader dan holder jangka panjang, pertanyaan nyata adalah apakah ini menjadi reset panjang atau setup baru. Jawabannya kemungkinan datang dulu dari harga dan volume, baru kemudian dari sentimen.

You may also like

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More